Longsor Tol Bocimi Sukabumi, Anggota DPRD Berharap Perbaikan Temporer Lancar

oleh -11 views

WARTAWIDYA.com – Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten Sukabumi H. Deni Gunawan, S.IP meminta instansi terkait di pemerintah daerah untuk mengantisipasi dampak dari longsor tol bocimi seksi 2. Deni menyebut akan ada konsentrasi penumpukan kendaraan di kawasan Sukabumi Utara pada arus mudik lebaran tahun 2024 ini.

Menurut politisi partai Golkar ini, kepadatan arus lalu lintas di jalur arteri jalan nasional Sukabumi – Bogor tidak dapat dihindari karena semua kendaraan yang akan menuju Sukabumi atau sebaliknya dari arah Jakarta dan Bogor akan menumpuk di wilayah utara.

“Hari ini sudah terlihat peningkatan volume kendaraan di wilayah utara khususnya Cicurug. Ini tak bisa dihindari karena semua kendaraan dialihkan ke dan melalui gerbang tol Cigombong (cicurug),” beber Deni kepada sukabumiupdate.com, Jumat (5/4/2024).

Untuk itu Dinas Perhubungan dan petugas dari instansi terkait lainnya harus ekstra membantu kepolisian dalam melakukan pengaturan lalu lintas. Pengaturan dan rekayasa harus diberlakukan untuk mengurangi dampak dari potensi kemacetan yang akan terjadi.

“Kita juga berharap, pengguna jalan untuk lebih tertib karena kemacetan akan lebih parah jika perilaku berkendara tidak disiplin. Aparat wilayah juga bisa mengatur pedagang yang sering luber ke bahu jalan, agar tidak menambah kemacetan,” bebernya.

Ia berharap juga berharap pengelolah tol bocimi dan kementerian PUPR yang akan mengupayakan pengerjaan kerusakan dampak longsor bisa lancar sesuai rencana. Dimana hari ini, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau lokasi longsor dan mengatakan jajarannya akan berupaya agar Tol Bocimi Seksi 2 dapat digunakan untuk aktivitas mudik dan balik lebaran 2024. Meski sebelumnya, tol sepanjang 11,9 kilometer ini ditutup total selama proses penanganan.

“Kita termasuk warga, harus mendukung upaya penanganan darurat ini akan tol bocimi seksi 2 bisa dilintasi untuk mengurai kepadatan lalu lintas pada musim libur lebaran tahun ini,” pungkas Deni.

 

 

Diberitakan sebelumnya, Kementerian PUPR akan mengupayakan perbaikan temporer selama tiga hari kedepan, dengan pemasangan sheet pile. Target setelah Senin 8 April 2024, bisa di lintas arus kendaraan secara darurat.

Kementerian PUPR akan menguji jalur itu setelah ditangani menggunakan sheet pile. Kebijakan ini dilakukan untuk mengatasi kemacetan di jalan umum saat libur lebaran 2024. Adapun yang kemungkinan akan dibuka adalah jalur B (sebelah kanan dari Jakarta menuju Sukabumi).

“Kita tes dulu supaya bisa diupayakan jalur B untuk jalur mudik (menjadi satu arah untuk dari Jakarta menuju Sukabumi maupun sebaliknya). Sedikit bisa memecah arus yang ke Cigombong (Tol Bocimi Seksi 1), karena khawatir nanti penuh seperti dua tahun lalu,” ungkap ujarnya.

“Kalau aman, pak polisi akan kita koordinasikan untuk bisa dibuka jalur B. Satu arah hanya untuk golongan 1. Nanti arus balik juga satu arah. Kita gratiskan, tarif seksi I sampai sana Cigombong-Parungkuda,” jelas Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono kepada wartawan, Jumat (5/4/2024).

Kementerian PUPR juga akan menutup area longsor yang terjadi pada Rabu malam, 3 April 2024, ini dengan terpal untuk menghindari hujan. Menurut Basuki, setelah penanganan temporer, akan dilakukan penanganan permanen, setelah libur lebaran atau Idul Fitri 2024.

“Saya ingin full speed di lebaran, tapi batching plant sudah pada libur. Ini hari besar lebaran jadi saya kira kita kasih kesempatan libur dulu sampai tanggal 15 (April), baru full speed untuk penanganan permanen,” jelasnya.

Basuki menyebut penanganan permanen sekitar dua sampai tiga bulan. Kata dia, bencana ini bukan disebabkan pergerakan tanah, tetapi memang longsoran.

“Tanah timbunan saat pembangunan dulu karena curah hujan yang agak tinggi. Kita lihat vegetasi di sekitarnya, pohon-pohon pisang dan sebagainya masih tegak. Saya kira ini dari curah hujan, karena timbunan tinggi. Kita cek lagi, seperti dulu di daerah Purbaleunyi yang longsor,” ungkapnya.

“Berarti bukan gerakan tanah, tapi memang material longsoran saja. Kita lagi cek semua kan gak terlalu panjang, ini karena longsoran. Kalau kurang bagus ini rusak semua,” kata Basuki.