
WARTAWIDYA.com – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, Andri Hidayana, mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kerusakan jalan kabupaten yang hingga kini masih menjadi keluhan utama masyarakat.
Ia menilai, tingginya tingkat kerusakan jalan, baik kategori sedang maupun berat, telah berdampak langsung terhadap mobilitas warga serta memperlambat aktivitas ekonomi di berbagai wilayah.
Menurut Andri, pendekatan perencanaan dan penganggaran yang selama ini digunakan dinilai tidak cukup efektif untuk menyelesaikan persoalan secara menyeluruh. Ia bahkan menyebut, tanpa adanya terobosan kebijakan, persoalan jalan rusak akan terus berulang.
“Diperlukan langkah luar biasa. Jika hanya mengandalkan pola anggaran rutin, masalah ini tidak akan selesai,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026).
Ia mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 150 kilometer jalan kabupaten dengan kondisi rusak berat. Untuk menuntaskan persoalan tersebut, dibutuhkan anggaran hingga Rp800 miliar, jauh di atas kemampuan alokasi rutin APBD.
Karena itu, Andri mendorong pemerintah daerah untuk menjajaki sumber pembiayaan alternatif, termasuk kerja sama dengan BUMN maupun lembaga keuangan.
Selain soal pembiayaan, ia juga menyoroti metode pembangunan yang digunakan. Menurutnya, penggunaan hotmix sebaiknya mulai ditinggalkan dan diganti dengan betonisasi yang dinilai lebih tahan lama.
Di sisi lain, kebijakan efisiensi anggaran yang tengah berjalan juga berpotensi memperlambat pembangunan infrastruktur. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah daerah untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menyusun strategi pembangunan.
Admin

