DPRD Sukabumi Koordinasikan Pemulangan 15 Warga Korban Dugaan TPPO dari Kalimantan

oleh -8 views
oleh

WARTAWIDYA.com – DPRD Kabupaten Sukabumi bersama pemerintah daerah melakukan koordinasi untuk menangani 15 warga Kabupaten Sukabumi yang menjadi korban dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kalimantan.

Belasan warga tersebut sebelumnya terlantar setelah pekerjaan yang mereka dapatkan di Kalimantan tidak sesuai dengan janji awal. Kondisi mereka kemudian ramai diberitakan di media sosial hingga mendapat perhatian pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Sukabumi.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi Ferry Supriadi mengatakan DPRD bersama Dinas Tenaga Kerja, Dinas Sosial, dan DP3A langsung melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah di Kalimantan untuk memastikan penanganan terhadap para korban.

Koordinasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pengiriman personel ke Tarakan, Kalimantan Timur. Tim yang diberangkatkan langsung menemui dan menangani para warga yang sebelumnya terlantar.

“Kemarin sore tim bertemu dengan warga korban TPPO tersebut,” katanya.

Setelah mendapatkan penanganan, sebanyak 15 warga tersebut akhirnya dipulangkan ke Kabupaten Sukabumi. Ferry memastikan kondisi seluruh warga dalam keadaan sehat setelah proses pemulangan.

“Seperti yang kita tahu di video tersebut viral bahwa mereka terlantar karena korban TPPO dan minta untuk dipulangkan, dan alhamdulillah sudah kita tindak lanjuti dan selesaikan,” ucapnya.

Sebelumnya, salah seorang korban, Angga Saputra, warga Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, menceritakan dirinya bersama warga lainnya berangkat ke Kalimantan setelah mendapatkan informasi pekerjaan sebagai penyadap karet di wilayah Sajau, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Mereka memperoleh informasi pekerjaan dari seorang calo dengan tawaran gaji pokok sekitar Rp3,9 juta per bulan. Selain gaji, para pekerja juga dijanjikan fasilitas berupa beras, peralatan dapur, dan tempat tinggal.

Namun, kondisi pekerjaan yang mereka temui di lokasi disebut berbeda dengan informasi yang diterima sebelum keberangkatan. Belasan warga tersebut kemudian berada di Dinas Sosial Kota Tarakan sambil mencari jalan untuk kembali ke Sukabumi.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Sukabumi Sigit Widarmadi sebelumnya juga menyatakan pihaknya telah menerima informasi mengenai kondisi para warga tersebut. Penanganan saat itu dilakukan Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi bersama pihak terkait.

“Kami sudah menerima informasi itu, dan saat ini sedang dalam penanganan Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi. Semoga ada solusi terbaik segera,” ujar Sigit, Sabtu (8/8/2026).

Penanganan tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan dipulangkannya seluruh 15 warga ke Kabupaten Sukabumi.

Admin